Minggu, 22 Februari 2015

MENJADI PENDUKUNG JANGANLAH LUPA DIRI

 Menjadi pendukung dalam arti team sukses memang memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan cita-cita/ambisi politik orang yang didukungnya.Dan mereka tentu harus berusaha mencari suara dengan berkelana memperngaruhi calon pemilih,namun kadang ada yang dilupakan,antara lain:
1. Perasaan calon lain yang juga adalah manusia biasa yang siapapun tidak senang bila diungkap-ungkap kelemahannya yang membuatnya jatuh nilai di masyarakat.Mereka tidak peduli bahwa calon lainnya juga adalah keluarga atau tetangga,yang penting teamnya sukses bahkan ada yang rela putus silaturrahmi dengan keluarga atau tetangganya demi ambisi politik.
2. Persatuan keluarga dan masyarakat kadang dilupakan,padahal kesuksesan pilkades bukan dilihat dari suksesnya calon kita menjadi kepala desa,melainkan suksesnya kepala desa memajukan desa Palajau,tapi bagaimana seorang kepala desa bisa memajukan desanya kalau rakyatnya terpecah-pecah gara-gara pilkades.
3. Nila-nilai agama kadang pula dilupakan,bahkan tak mau tahu yang disebut dosa.Sekalipun ada yang pernah mengingatkan bahwa berprasangka buruk atau menyebarkan aib orang lain atau menyebarkan sogokan namun itu dilupakannya demi menyuseskan calon yang didukungnya.
Oleh karena itu,mendukung boleh,tapi janganlah lupa diri.ingat hak orang lain jangan sampai dirugikan,ingat persatuan masyarakat jangan sampa di rusak,ingat agama jangan sampai yang haram dianggap halal,ingat perasaan tetangga sebagai saudara terdekat.Menjaga hubungan bertetangga adalah kewajiban setiap muslim.Janganlah suatu pendukung memata-matai rakyat atau melarangnya berhubungan dengan calon lainnya.Biarkan rakyat menikmati kemerdekaannya,jangan ditekan ataupun diteror.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar